27) Bag.1: DUA KELUARGA SAYA, English Department 2000 dan Asrama 2000-2004

 

            Saat mereview perjalanan yang telah lewat sembari melihat foto-foto lama di album yang saya bawa, selalu saja membuncah rasa bahwa saya sungguh dikasihi oleh-Nya dengan anugerah berupa lingkungan dan teman-teman yang menyelamatkan dan memintarkan saya. Sebut saja satu kasus saat Ida Wiranti dengan info mutakhir di detik-detik terakhir pengumpulan tugas di semester 8 di mata kuliah Poetry II-nya Pak Sigit Selandono, dosen kami yang baik hati dengan segala kemudahan yang beliau berikan. Dengan lulus di bulan September 2000, saya bisa ikut tes CPNS di bulan setelahnya. Sekedar info, saya lulus dari UM dengan mengambil semester pendek di bulan Agustus 2004 karena banyak mata kuliah yang saya skip dahulunya, dan selain itu, saya pun tidak mengambil jalur skripsi (sesuatu yang agak saya sesali sekarang). Saya bisa lulus tepat waktu, itupun karena teman-teman di sekitar rajin ‘menghardik’ saya dari hobi rapat dan demo.. hehe..

             English Department (Pendidikan, Sastra, dan English untuk Dunia Usaha) 2000, terutamanya adalah The Boyoz and The Hewehz English Education 2000, adalah rumah pertama saya, tempat saya bertemu saudara-saudari hebat, yang selalu saya syukuri kepernah-hadirannya. Selalu terharu jika mengenang kebersamaan kami, terlebih salah satu dari kami sudah kembali ke haribaan-Nya (Rest in peace.. Tri Candra TC). Ingin rasanya punya jam waktu untuk kembali bermain ke masa itu bersama.

             Asrama UM, yang terdiri dari Asrama Putra dan Putri adalah rumah kedua saya dengan 200-an warga di tiap tahunnya, yang telah mengubah drastis kepribadian saya dan segala tentang saya lewat sebuah ‘kecelakaan’ sejarah di pemilihan umum-nya Asrama di September-Oktober 2001. Sebuah proses berpolitik yang mendewasakan (harusnya.. hehe..) terjadi di sana. Sekarang, jika saya mengingat masa dua tahun kepengurusan saya di Asrama, saya selalu kagum betapa pihak yang hebat sebenarnya adalah teman-teman pengurus harian, pengurus rumah tangga Asrama, dan warga (senior, sebaya dan yunior) yang sempat di dalam komando saya, yang ternyata bersedia untuk menjalankan perannya masing-masing. Mereka, meskipun kadang berseberangan dengan saya, baik sebagai pribadi ataupun keorganisasian, selalu saja berdedikasi pada tugasnya.

             Di kampus, saya menghabiskan waktu sekitar 6 jam bersama anggota keluarga di English Department (Pendidikan, Sastra, dan English untuk Dunia Usaha) 2000. Setelahnya, saya menghabiskan 18 jam lainnya bersama anggota keluarga kedua saya di Asrama. Namun, ada beberapa anggota keluarga di dua rumah itu yang berstatus sama dengan saya: dobel rumah. Merekalah yang hobi ‘menghardik’ saya, membantu saya, memarahi saya, dsb, karena memang kami bisa dikata melewati 24 jam bersama.

             Pertama adalah Solahuddin, anak Gresik. Dia anak Education, sama dengan saya. Manusia pertama yang menyapa saya di hari pertama Ospek. Sejak hari pertama, dia sudah terlihat aneh bagi saya. Dan benar, dia menyimpan sekali banyak konsep menarik tentang cara pandang dia terhadap diri dan dunianya dan dunia pada umumnya. Sayang, di tahun kedua, dia pindah dari Asrama. Saya agak bersedih waktu itu, karena dia pergi saat saya menjadi ketua Asrama Putra.

             Kedua adalah Iqbal Nurul Azhar, anak Literature. Anak Madura yang penuh cita-cita dan keteguhan hati. Di Asrama, mungkin dia adalah anak Asrama Putra sekaligus anak English yang paling sering runtang-runtung dengan saya. Dia adalah teman penting di kegiatan bersama senior-senior di BDM (masjid). Pengalaman hiking naik Bukit Panderman dimana kaki saya dihunjam gerobag dari atas adalah satu momen terhebat saya dengan dia. Hal-hal tentang religi banyak saya pelajari dari dia, karena dia memang dari keluarga ponpes. Dialah juga yang ikut ‘menggertak’ saya untuk terus mengikuti proses pemilihan umum Asrama. Saya pernah main ke rumahnya di hari pernikahan Mas Yoyok Prasetya dan Mbak Ana di Bangkalan. Sekarang beliau adalah Pembantu Dekan II Fakultas Sastra Universitas Trunojoyo, Madura. Saat dia masih studi S2 di UNS Surakarta, di medio tahun 2011, dia sempat mampir ke gubug saya di Ngawi. Senang sekali bertemu dia waktu itu.

               Ketiga adalah Silvia Dwi Susanti, anak English untuk Dunia Usaha. Dia kadang membawakan tape Bondowoso untuk saya sebagai upeti.. hehe… Dia adalah teman satu kelas di Intensive Course di semester I. Komunikasi kami berjalan lancar karena ada kesamaan background di SMA masing-masing dulunya. Di kemudian hari, dia adalah Ketua Asrama Putri di PRTA 2003 alias wakil saya di saat saya menjadi ketua umum. Relasi kami sedikit kompleks karena beberapa latar komunitas dan ide bercampur di sana. Namun dari kekompleksan itu, banyak pendewasaan diperoleh. Momen terdilematis di kepengurusan waktu itu adalah ketika dia harus mundur dari jabatan karena studinya selesai (D3), dan waktu itu harus digantikan oleh Kabid Penalaran Afifah.

               Keempat adalah Hafsoh Ika Kurnia, anak Literature. Jalan kakinya cepat sekali, susah dikejar. Berusia sama, pemikiran kami di rapat pengurus harian sering bentrok. Dialah yang menyeret saya mengikuti lomba debat bahasa Inggris, yang pada akhirnya kami justru dihardik oleh ibu dosen kami karena dianggap tidak menjunjung nama baik almamater karena kami kalah di debat itu..! Bersama Yusnita, kami melewati momen yang mengesankan itu. Saat saya menjadi ketua Asrama Putra (menjadi wakilnya Mbak Beta), Hafsoh memegang jabatan sebagai ‘Menteri Kepandaian’ alias Kabid Penalaran. Di kalangan PH Cilik (begitu sebutan untuk kami berlima: Ibad ‘Menteri Keakhiratan’, Suhari ‘Tukang Ngetik dan Surat’ Asrama Putra, saya, Fardan ‘Tukang Ngitungi Duit’ Asrama Putra, dan Khafsoh), dia yang paling gesit dengan motor Kaze-nya. Gadis Kaze, kadang kami menyebutnya. Secara garis komando, dia bertanggung jawab langsung ke ketua umum, dan bukan ke saya yang saat itu ketua Asrama Putra. Rekan kerja yang langsung di wilayah otoritas saya adalah Suhari dan Fardan saja. Saat saya menjadi ketua umum, Hafsoh adalah sekretaris umum saya. Di masa inilah, dia sangat sibuk dengan lomba-lomba karya ilmiahnya. Melihat kegesitannya waktu itu, mungkin itu juga yang menginspirasi saya saat ini. Kami serombongan anak Asrama pernah juga ke hajatan di rumahnya di Jombang. Ada Nasyidaria di sana. “Perdamaian, perdamaian.. Perdamaian, perdamaian… semua orang cinta damai, tapi perang makin ramai.. Bingung.. bingung…,” begitu terngiang-ngiang lagunya.  

              Kelima adalah Rahmawati Candra Kartika, anak Education dari Lumajang. Dia adalah teman terkalem saya. Dengan Etha, saya mendapatkan kenetralan. Dia bukan pengurus asrama, seorang warga saja, dan seorang akademisi di kelas. Dari dia, saya bisa mendapatkan opini warga tentang keputusan-keputusan yang kami ambil selaku pengurus. Dia juga yang sering menasehati saya tentang keputusan-keputusan yang bersifat pribadi dan akademis, dan membantu saya dengan tugas-tugas kuliah. Cukup sering saya mengerjakan tugas di rental pengetikan Cahaya bersama dia, karena dia nanti akan berikan kopian file-nya untuk saya modifikasi..! Bukan plagiarisme lho ya, sekedar berusaha mendapatkan inspirasi untuk tugas.. hehe… Usianya setahun di atas saya, mungkin itu yang membuat saya nyaman mendengar ‘hardikan’-nya yang lembut. Saat saya main ke rumah Andi Marwanto di Lumajang, saya menyempatkan diri main ke rumah Mbak Etha.

               Keenam, Sari Wulandari, anak Education dari Nganjuk, penyelamat para kucing dari kejaran Mas Udik.  Di awal-awal, interaksi kami secara personal tidak begitu baik. Mungkin karena kami jarang sekelas. Apalagi ketika saya menjadi ketua Asrama Putra, relasi kami di kelas pun terkesan kurang baik. Bisa jadi karena kami berasal dari ‘bendera’ yang berbeda waktu itu, atau apa, saya juga tidak tahu. Di tahun ketiga kuliah, saat saya menjadi ketua umum, keadaan mulai berubah. Mungkin karena kami sering sekelas, dan lagi-lagi karena tiap pagi saya selalu repotkan dia dengan menelepon ke dia menanyakan PR hari itu, kami mulai sering berkomunikasi. Tiap pagi, dia selalu mengomel, “Puthut, kamu itu lho kok bisa lupa PR penting kayak gini… bla 33x…” Dan saya di seberang telepon, cuma cengar-cengir. Namun, pada akhirnya, dia akan memberikan bantuan selepas materi ‘kultum pagi’-nya selesai dia lampiaskan. Keadaan semakin kondusif terutama saat kami (bersama Nita, Elly, Fafa, Yusnita dan almarhumah TC) menjalani PPL di SMAN 1 dan 4 Malang. Saya pernah main ke rumahnya di Nganjuk, memanen anggur. Selepas kuliah, mungkin dialah alumni yang paling sering kontak dengan saya. 17 Agustus tahun 2009, saya mbolos dari kewajiban ikut Upacara 17 Agustus. Saya dan istri beserta Asza anak saya menghabiskan hari di Kebun Binatang Yogyakarta bersama Mbak Sari and Fafa. Saat itulah mereka memberi saya gulungan formulir AMINEF, program ke Amerika 6 bulan. Sejak itulah saya –dengan seijin istri manis saya- berbelok haluan menjadi seorang scholarship hunter. Jika saya ingat-ingat kembali, mendaftarnya saya ke beasiswa Jepang ini pun sebenarnya ada unsur ‘hardikan’dari dia juga di Desember 2011. Bulan Juli sebelumnya, dia sempat mampir ke gubug kami. Istri cantik saya memasakkan masakan khusus buat Mbak Sari: Le Soup de Kluwih avec la Kreceque et le Santen..

               Tulisan ini adalah bagian satu dari tiga tulisan nantinya.Tulisan kedua nantinya adalah tentang 30-an makhluk (minus Solahudin, Mbak Sari and Mbak Etha) yang menjadi keluarga saya di rumah pertama, English Education 2000, The Boyoz and The Hewehz… Terima kasih untuk semuanya, Saudara-saudariku… Salam hangat dari keluarga kecilku…

 (Asahikawa, November 27, 2013, 05.04 WIA alias Waktu Indonesia bagian Asahikawa.. Salju semakin menghujan menumpuk menggurun-putihkan tanah-tanah Asahikawa di luar sana…)

Advertisements

3 thoughts on “27) Bag.1: DUA KELUARGA SAYA, English Department 2000 dan Asrama 2000-2004

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s